Cara Efektif Mengobati Migrain Tanpa Obat


Cara Efektif Mengobati Migrain Tanpa Obat


Satu hal terpenting yang perlu diketahui bahwa sakit kepala sebelah alias migrain ini memiliki pencetus. Dengan menghindari faktor pencetusnya (penyebab migrain), maka satu langkah dalam meringankan gejalanya sudah kita raih dan hal ini akan mencegah seranganmigrain selanjutnya.
Ketika migrain menyerang, kebanyakan orang akan langsung minum obat migrain untuk meredakannya. Ya memang, obat dapat meredakan dengan cepat, namun di saat Anda sulit mengakses obat atau takut akan efek samping yang ditimbulkannya, maka cara mengobati migrain tanpa obat dapat diandalkan.
Berikut cara efektif mengobati migrain tanpa obat
Perubahan pola makan
Beberapa orang mendapati bahwa beberapa makanan dapat memicu migrain, contohnya seperti alkohol, kafein, coklat, makanan kaleng, daging yang sudah diproses, keju tua, yogurt, MSG, serta aspartam. Untuk tahu apakah ada makanan yang mungkin memicu migrain Anda juga, maka tuliskan apa saja yang dimakan hari itu, dan amati apakah makanan ini atau itu yang mungkin menyebabkannya. Selanjutnya, cobalah puasa makanan tersebut untuk mengecek apakah migrain benar jadi berkurang setelahnya.
Bahan herbal
Feverfew atau Tanacetum parthenium merupakan tumbuhan semak yang memiliki aroma mirip jeruk nipis. Bahan ini dianggap dapat meredakan sakitmual, dan sensitivitas cahaya saat migrain berlangsung. Di samping itu, beberapa studi menunjukkan bahwa ekstrak Butterbur dapat membantu mencegah migrain. Namun karena sifat tanaman kenikir-kenikiran ini beracun, maka jangan mengolahnya sendiri. Beli saja produk siap jadinya. Sekali lagi, sebelummencoba bahan herbal apapun, ada baiknya Anda berkonsultasi lebih dulu dengan dokter.
Pijat
Meski belum dipelajari terlalu dalam, namun pijatan dapat mengurangi sakit kepala pada beberapa orang. Akan tetapi metode ini biasanya tak banyak membantu ketika migrain mulai menyerang. Namun Anda tetap bisa mencobanya untuk mengurangi risiko migrain, karena pijatan juga bisa meredakan stres, salah satu penyebab sakit kepala.
Teknik relaksasi
Karena migrain seringkali dipicu oleh stres, maka latihan relaksasi rutin mungkin perlu dilakukan. Contohnya seperti menarik nafas dalam dan relaksasi otot – terutama di bagian dimana Anda sering merasa tegang. Lakukan secara rutin agar Anda jauh dari stres dan risiko sakit kepala.
Olahraga
Olahraga rutin, khususnya jenis kardio, bisa memompa jantung. Sebuah studi dari Swedia membandingkan khasiat olahraga dengan relaksasi dan obat-obatan untuk mencegah migrain. Dan hasilnya, rutin melakukan latihan kardio selama 40 menit 3 kali seminggu ternyata sama ampuhnya dalam mengatasi migrain seperti relaksasi atau obat-obatan.
Tidur
Berbagai studi mendapati bahwa kurang tidur dan migrain merupakan 2 hal yang berhubungan erat. Jadi coba amati bagaimana kualitas tidur Anda selama ini. Kalau mengalami insomnia, ada baiknya Anda tidak:
·         Membaca, nonton TV, atau mendengarkan musik di atas tempat tidur.
·         Tidur siang supaya malam harinya bisa lebih mudah terlelap.
·         Mengonsumsi makanan berat beberapa jam sebelum tidur.
·         Menggunakan ponsel, laptop, atau gadget lainnya mendekati jam tidur.
Pertahankan gaya hidup sehat
Gaya hidup memang memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan. Kalau ingin mengobati migrain, maka pertahankan gaya hidup sehat dengan cara:
·         Makan teratur.
·         Tetap banyak minum.
·         Olahraga teratur.
·         Jaga berat badan tetap ideal.
Akupuntur
Dalam ilmu pengobatan Tiongkok kuno, ahli akupuntur akan menusukkan jarum halus ke beberapa titik tubuh. Hasil studi kecil-kecilan menunjukkan bahwa akupuntur dapat meredakan migrain dan mengurangi sakit kepala. Tapi buat Anda yang takut jarum, maka cobalah metode mengobati migrain tanpa obat lainnya di bawah ini.    
Hipnoterapi
Banyak yang berpikir hanya mereka yang terkena gangguan mental saja yang harusnya menjalani terapi ini. Padahal hipnoterapi berfokus untuk mengubah pemikiran dan aksi sehingga frekuensi migrain bisa berkurang. Teknik ini bisa mengajarkan pasien bagaimana sebaiknya bereaksi ketika menghadapi situasi yang bikin stres.